Eks Santri Bongkar Kelakuan Kiyai Ashari Yang Di Duga Cabuli Belasan Siswi

Eks Santri Bongkar Kelakuan Kiyai Ashari Yang Di Duga Cabuli Belasan Siswi

Eks Santri Bongkar Kelakuan Kiyai Ashari Yang Di Duga Cabuli Belasan Siswi

JAWA TENGAH - Seorang kiyai bernama Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, ditetap*an sebagai tersang*a atas dugaan penc4*ulan terhadap puluhan santriwati.

 

Kasus ini memicu kemara*an publik setelah muncul kesaksian dari mantan santri serta aksi demons*rasi warga sekitar pesantren.

 

Berdasarkan keterangan kepolisian, Ashari telah dilaporkan oleh beberapa kor*an sejak 2024.

 

Penyidik kemudian menetap*annya sebagai tersan*ka pada 28 April 2025 setelah melakukan gelar perkara.

 

Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menyebut jumlah kor*an diduga mencapai puluhan orang.

 

“Informasi sampai 50 kor*an itu belum ada pernyataan resmi kepada penyidik. Kami akan membuka detail barang bukti dan perkembangan kasus dalam rilis resmi mendatang,” ujarnya.

 

Meski sudah berstatus tersan*ka, Ashari belum ditahan karena dinilai kooperatif oleh penyidik.

 

Kasus ini memicu aksi pro*es warga sekitar pondok. Pada Sabtu (2/5/2026), massa menggelar demonstrasi di depan kediaman sekaligus area pondok putri milik Ashari.

 

Mereka membawa span*uk bertuliskan kec*man ke*as seperti “SANG PREDA*OR” dan menuntut proses hu*um yang tegas.

 

Dalam aksi tersebut, turut hadir mantan santri bernama Shofi yang mengungkapkan pengalaman pa*it selama berada di lingkungan pesantren.

 

“Sebelas tahun saya jadi budak. Pondok ini dibangun dari uang budak-budak si Ashari,” katanya, dikutip dari TribunJateng, Senin (4/5/2026).

 

Shofi juga mengaku selama bertahun-tahun dipaksa untuk memboh*ngi orang tuanya dan menyerahkan uang yang seharusnya digunakan untuk pendidikan.

 

Ia menyebut dirinya diarahkan untuk berpura-pura menimba ilmu di pesantren lain dan meminta biaya bulanan yang kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi tersan*ka.

 

Bahkan, Shofi mengaku pernah menjual tanah miliknya, namun uangnya kembali dimanfa*tkan untuk pembangunan fasilitas pondok tanpa imbalan.

 

“Dia bisa menebak mbah saya mening*al kapan dan jam berapa. Dia juga bisa menebak adik saya melahir*an jam sekian, jenis kelaminnya co*ok, dan nanti harus dinamai ini. Itu terjadi sunggu*an sehingga saya dulu percaya dia memang wali,” kenang Shofi.

 

Menurut pengakuan Shofi, keta*tan para santri diduga dibangun melalui doktrin keagamaan yang kuat.

 

Ashari disebut mengaku sebagai wali dan memiliki kemampuan supranatural, sehingga membuat sebagian santri percaya dan tidak berani melawan.

 

Meski demikian, Shofi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah secara langsung melihat dugaan tin*akan pencab*lan tersebut, karena hal itu terjadi secara tertutup.

 

Polisi memastikan proses hu*um tetap berjalan meski ada sebagian kor*an yang mencabut keterangan atau keluarga yang memilih penyelesaian damai.

 

Namun, penyidik menegaskan ka*us ini tetap merupakan delik umum.

 

Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh dugaan kor*an serta memperkuat bukti-bukti yang ada.

 

( Ferdi)